Pengajuan Jerman 2006 ‘melewati batas’ – Franz Beckenbauer

4-franz-beckenbauer

Legenda sepak bola Jerman Franz Beckenbauer mengakui jika pengajuan yang dilakukan oleh panitia yang dipimpin oleh dirinya untuk Piala Dunia 2006 “melewati batas” untuk mencapai keputusan final.

Dalam wawancara telivisi pertamanya sejak majalah Der Spiegel melayangkan tuduhan suap dalam pemilihan pertengahan Oktober lalu, Beckenbauer mengatakan: “Batasan apa?” ketika ditanyakan jika pelanggaran telah dilakukan.

“Tidak ada komisi etika, kami tidak bisa menghubungi anggota komite eksekutif FIFA secara langsung. Kami selalu melewati batas. Itu beda kasus,” ungkap Beckenbauer di Jerman.

Di tengah skandal adalah pembayaran yang nyaris mencapai 5 juta ponds, yang dituduh digunakan untuk membeli hak suara dari keempat anggota komite eksekutif FIFA di tahun 2000 – beberapa hari sebelum Jerman berhasil memenangkan hak suara dengan tipis untuk final Piala Dunia 2006.

Akan tetapi, Beckenbauer bersikeras uang itu ditujukan “hanya untuk mendapatkan hadiah sebesar 250 juta euro” dari FIFA.

Hari Selasa lalu, pria 70 tahun ini diharuskan berbicara kepada firma hukum yang ditugaskan oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) untuk mengaudit proses pengajuan PIala Dunia 2006.

Beckenbauer jadi pusat skandal tersebut sejak DFB mengaku keberadaan draf persetujuan, ditandatangani oleh dirinya, yang menawarkan pertandingan persahabatan menghadapi Jerman yang menguntungkan, tetapi bukan dalam bentuk uang.

Draf itu juga dibuat dengan mantan presiden CONCACAF Jack Warner – yang mendapatkan larangan berkegiatan sepak bola seumur hidup oleh FIFA – tapi masih belum jelas apakah persetujuan itu pernah digunakan atau tidak.

Tetapi pria Jerman ini bersikeras “tidak ada dokumen Warner-Beckenbauer, tapi kesepakatan antara DFB dan CONCACAF.”

Tapi Beckenbauer mengakui tanggal kesepakatan tersebut – lima hari sebelum Jerman dihadiahi Piala Dunia pada tahun 2000 lalu – merupakan masalah penting.

“Satu-satunya hal yang mengganggu saya adalah tanggal 2 Juli. Kami bisa bilang jika itu dikaitkan dengan korupsi,” akunya, sementara dia juga menambahnkan: “JIka terdapat suap atau usaha korupsi, saya tentu tidak akan mengatakan apa pun.”

Dia mengulai komentar yang dibuat pada harian Sueddeutsche Zeitung pekan lalu ketika mengaku menandatangani sejumlah dokumen terkait pengajuan Piala Dunia 2006 tanpa membacanya terlebih dahulu.

“Ketika saya percaya kepada seseorang, saya tanda tangan, tanpa membacanya,” ungkapnya. “Saya sadar betul.”