Alexis Sanchez seperti singa yang berburu

4-alexis-sanchez

Arsene Wenger membandingkan gaya bermain eksplosif Alexis Sanchez dengan teknik berburu singa.

Penyerang Arsenal ini mengakhiri delapan pertandingan tanpa satu pun gol dengan dua gol ke gawang Dinamo Zagreb hari Selasa lalu untuk membantu menjaga harapan timnya di ajang Liga Champions.

Sanchez lagi-lagi bermain 90 menit menghadapi Dinamo meski menimbulkan ketakutan, dan Wenger akan memeriksa cidera ringan hamstring dari bintang Cile ini sebelum memutuskan untuk menurunkannya atau tidak dalam laga melawan Norwich di Super Sunday nanti.

Tetapi manajer Arsenal ini terus-terusan dia terkejut dengan “ketahanan luar biasa” dan kemampuan Sanchez untuk pulih dengan cepat.

“Ketika dia melakukan sesuatu, dia melakukannya 100 persen,” ungkap Wenger, yang berikutnya membandingkan pemainnya dengan pemain Leicester yang tengah naik daun Jamie Vardy.

“Jadi dia selesai dan anda menyangka, ‘Dia mati sekarang.’ Tapi kemudian dia pulih dan memberikan 100 persen lagi, jadi anda selalu melihat tanda kelelahan, tetapi itu bukan masalah karena dua hari kemudian dia baik-baik saja.

“Gaya bermainnya sangat eksplosif dan sebuah gaya yang sangat berkomitmen. Vardy kurang lebih sama. Mereka memberi yang terbaik ketika bermain. Mereka seperti singa, dia harus menangkap binatang dari jarak 200 meter pertama. Jika dia tidak sampai, setelahnya dia mati. Mereka seperti pembunuh. Ketika mereka pergi, mereka membunuh dan setelahnya mereka harus berhenti.”

Sanchez sempat bermain di sepak bola papan atas di Cile di masa remajanya, dan Wenger yakin gaya bermain yang dulu dimilikinya adalah salah satu alasan dari kekuatan dan ketahanan yang dia miliki saat ini.

“Daya tahan tubuhnya luar biasa,” ungkap bos Arsenal ini. “Yang luar biasa lainnya adalah dia pergi ke Amerika Selatan, dia kembali hari Kamis malam dan hari Sabtu dia bisa bermain tanpa masalah, meski dia sedikit jet leg. Dia seharusnya bisa jadi pemain tenis yang sempurna dengan fisik seperti itu.

“Mereka bukanlah pemain yang mengenyam pendidikan akadamis tradisional seperti yang kami berikan kepada pemain usia 15 atau 16 tahun. Mereka menjalani latihan fisik setiap hari. Mereka lebih seperti pemain jalanan.”